Tampilkan postingan dengan label Bike. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bike. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 November 2010

Menghadapi Tanjakan

Bagi penggemar Mountain Bike tanjakan dan turunan adalah ibarat lauk dan sayuran yang wajib di santap setiap saat. Tapi, sama juga seperti menyantap sayuran, cara melahap tanjakan juga ada caranya. Dan, meskipun pencinta MTB banyak jumlahnya, masih banyak yang belum tahu cara yang benar untuk menaklukan tanjakan.

Berbagai sumber mengatakan, kesalahan yang paling banyak dilakukan oleh pesepeda adalah dalam hal mengatur pusat berat badannya. Mereka membebankan seluruh bobot tubuhnya ke pedal dan roda belakang. ciri-ciri dari mereka ini gampang dilihat. Jika seorang pesepeda berdiri diatas pedal, tangannya bergantung ke setang, dan kepalanya menunduk dan berada di atas roda depan, itu merupakan pertanda bahwa sebagian besar bobotnya dialirkan ke roda belakang.

Roda depan karena terbawa oleh gerakan mengangkat yang diterima sadel, menjadi berkurang cengkramannya ke tanah. Apa yang terjadi kemudian? Akan sangat mudah ditebak. Pada medan yang licin, atau berkerikil, roda belakang akan mudah selip. Cara mengayuh ini sebaiknya jangan digunakan.

Bagaimana posisi terbaik saat ditanjakan?
Kalaupun harus berdiri, maka berdirilah diatas pedal dengan posisi badan yang lurus, jangan terlalu membungkuk. Gunakan tangan untuk menekan setang agar traksi roda depan tetap bagus meskipun sebagian besar bobot pengendara berpindah keroda belakang. Posisi yang demikian akan menghasilkan efisiensi pedaling maupun steering.

Haruskah mengayuh sembari berdiri? Tentu tidak.
Mengayuh dengan posisi berdiri sedapat mungkin justru harus dihindari. Berdiri hanya boleh dilakukan pada saat-saat tertentu saja. Yakni jika tanjakan yang akan dilakukan tidak cukup panjang hingga bisa dilahap dalam tempo kurang dari 2 menit. Jika waktu yang dibutuhkan lebih dari itu, mengayuh sambil berdiri akan membuang tenaga sia-sia saja. Sebagian besar tanjakan harus ditaklukan sambil tetap duduk diatas sadel. Posisi duduk harus diatur dengan membiarkan badan anda tetap berada disadel atau setidaknya berat badan berada diarea belakang roda.

Atur gear pada posisi rendah dengan tujuan agar pedaling bisa dilakukan dengan teratur. Jangan terlalu memaksakan untuk mendorong handlebar dan roda depan karena bisa menyebabkan kehilangan keseimbangan dan steering menjadi tidak efisien. Ini baru persiapan untuk menanjak.

Bila sudah memasuki medan yang sesungguhnya, anda harus mengatur posisi badan agar beratnya ada di tengah sepeda dengan tujuan meningkatkan traksi pada roda belakang. Jaga pedaling agar tetap bergerak. Iramanya juga harus teratur, tidak cepat juga tidak pula lambat, harus teratur pada kisaran 60-100 putaran per menit. Kayuh sepeda dengan halus untuk menjaga keseimbangan.

Atur Nafas Anda
Seiring dengan tingginya tanjakan, maka ritme nafas anda akan meningkat secara alami. Hal ini wajar karena tubuh kita membutuhkan ekstra oksigen dan mengeluarkan CO2. Karena intensitas yang terus meningkat maka kadang kita suka menahan napas, atau bahkan nafas secepat mungkin, hal ini tentulah tidak baik. Karena itu usahakan untuk fokus mengatur nafas agar teratur. Pertahankanlah ritme nafas anda sestabil mungkin, sehingga tubuh kita dapat benar-benar menjalankan fungsinya dengan baik, sehingga oksigen dapat masuk lebih baik, Co2 dalam tubuh kita pun dapat di keluarkan dan tubuh lebih rilex.

Atur Posisi Gear Terbaik
Untuk pemula, hasil terbaik adalah mengganti gigi sebelum benar-benar memulai pendakian. Anda dapat mengubah gigi untuk mempertahankan kecepatan, sehingga anda merasa lebih nyaman, menjaga irama dalam posisi gigi anda saat ini sampai anda merasa seperti harus berdiri dari sadel untuk terus mengayuh. Kemudian baru pindah ke gigi yang lebih rendah. Ini akan membantu Anda mempertahankan kecepatan dan membuat tanjakan tidak terlalu melelahkan.

Pilih Rute Yang Baik
Biasanya semua orang akan memilih jalur yang sedikit rintangannya, kalau di pikir dengan akal logis memang inilah jalur yang terbaik. Tetapi sebenarnya belum tentu, kenapa? Karena memutar stang untuk menghindari hambatan ketika nanjak dapat mengganggu keseimbangan kita dari pada kita melewati halangan tersebut. Tentu saja kita harus mempelajari halangan mana yang benar-benar dapat kita lewati dengan cukup tenaga atau tidak. Seperti batu besar, akar pohon yang basah akan membuat sepeda kita berhenti dan lebih baik di hindari, tetapi untuk halangan jalan yang kecil lebih baik anda lewati.

Melihat Tetapi Tidak Melihat
Kesalahan umum yang sering terjadi adalah untuk menatap kedepan ke jalur jalan yang tampak mempunyai rintangan. Jangan, karena Anda cenderung untuk mengarahkan sepeda ke arah yang anda cari. Sebaiknya kita, melihat rintangan dan kemudian memusatkan perhatian kepada rute terbaik di sekitarnya. Buatlah mata Anda menempel titik acuan atau target rute itu. Maka kemungkinan 99,9% dari anda akan mencapai sasaran dan sukses melewati rintangan tersebut.

Tentunya semua tips ini perlu di dukung dengan kemauan yang kuat dan latihan yang rutin. Sehingga kita dapat melewati tanjakan dengan lebih mudah dan cepat.

Jumat, 08 Oktober 2010

Tips Turun Gunung Dengan Sepeda

Tips ini agar Anda dan sepeda bisa turun gunung dengan selamat dan mendapat pengalaman yang menyenangkan.
  1. Siapkan sepeda Anda, pastikan sepeda Anda dalam kondisi prima : rem bekerja, tekanan ban cukup, rendahkan sadel, pindahkan gigi ke gir terbesar untuk mencegah rantai lepas.
  2. Siapkan diri Anda, lengkapi diri Anda dengan tutup wajah, helm, pelindung lutut dan siku juga pelindung tulang kering.
  3. Pilih Jalur, luangkan waktu untuk mengamati jalur yang akan Anda ambil dengan teliti. Tanya pada orang yang lebih tahu akan lokasi tersebut. Di mana lokasi berbahaya, titik untuk istirahat dan sebagainya.
  4. Ambil posisi untuk menyeimbangkan berat saat sepeda meluncur ke bawah. Dengan cara me-level-kan kaki (maksudnya telapak kaki) pada kedua sisi pedal. Jika salah satu kaki lebih rendah maka berat keseluruhan akan condong ke arah itu akibatnya Anda tidak seimbang. Di awal tips ini dianjurkan untuk merendahkan sadel itu tujuannya agar Anda dapat mengarahkan berat badan Anda ke arah roda belakang dengan mudah dan leluasa. Saat sepeda meluncur ke bawah titik berat akan ada di bagian depan jadi Anda harus menyeimbangkannya dengan bergerak ke belakang.
  5. Gunakan (hampir) selalu rem depan, ada satu mitos yang kurang benar tentang rem depan ini, yang katanya penggunaan rem depan akan membuat pengendara terjungkal. Akibatnya banyak orang hampir tidak pernah menggunakan rem depan pada sepeda bahkan juga sepeda motor. Itu terjadi kalau teknik mengerem tidak benar Sebenarnya rem depan memiiliki daya henti yang lebih besar dan lebih efektif dalam menghentikan laju sepeda, asal posisi badan benar yaitu dengan mengimbanginya dengan mencondongkan badan ke belakang dan pastikan tangan dan kaki dalam posisi yang kuat.
  6. Tetap di Jalur yang telah Anda periksa dan tentukan sebelumnya. Ada kemungkinan saat meluncur ke bawah Anda melihat suatu jalur yang sepertinya menarik (tapi anda belum memeriksanya) tetaplah di jalur yang sudah teruji. Anda tidak tahu kemana jalur baru itu akan membawa Anda.

Kesalahan Dalam Bersepeda

Berikut adalah kesalahan umum yang sering dilakukan pesepeda.
  1. tidak memakai headlight dan tailhead pada malam hari. Bersepeda malam hari memang lebih adem tapi beresiko lebih tinggi daripada bersepeda siang hari. Selain karena keadaan yang gelap dan terbatasnya jarak pandang, keadaan pengguna lalulintas sudah dalam keadaan tidak prima karena capek dan/atau mengantuk. Jadi jangan mengharapkan semua orang tahu kehadiran Anda di jalan. Bertanggungjawablah pada diri Anda sendiri, gunakan headlight dan taillight. Putih di depan dan merah di belakang, sama seperti mobil/motor. Pada kecepatan tinggi dan keadaan gelap, sangat susah membedakan arah suatu kendaraan lain.
  2. bersepeda melawan arus lalulintas. Sepeda tidak punya hak lebih dari kendaraan lain. Gunakan jalan semestinya.
  3. tidak menghiraukan rambu lalulintas. Rambu lalulintas berlaku untuk SEMUA pengguna jalan dan diadakan untuk mejaga keteraturan lalulintas. Ketidateraturan lalulintas artinya selangkah menuju kecelakaan.
  4. tidak memakai helm. Cidera kepala adalah hal yang menakutkan dalam suatu kecelakaan dan hal itu bisa dikurangi dengan pemakaian helm yang benar dan tepat.
  5. tidak memberi tanda saat akan berbelok atau berhenti.

Tips Bersepeda

Jangan lupakan faktor keamanan dalam bersepeda. Jangan katakan " ah cuma naik sepeda tidak perlu pengaman", SALAH. Kecuali kalau kepala dan dengkul Anda lebih keras dari tanah/aspal, Anda tidak perlu pengaman sama sekali.

Apa saja pengaman dalam bersepeda :

  • Helm, cidera yang paling berat dalam bersepeda adalah cidera kepala selain itu persentase cidera terbesar luka terjadi di bagian kepala dan wajah. Helm adalah pilihan yang masuk akal untuk melindungi kepala Anda dan isinya. Tentunya bukan sembarang helm melainkan helm yang bersertifikasi ANSI atau Snell.
  • Reflektor dan lampu, karena Anda tidak sendirian di jalan, penting untuk "mengumumkan" keberadaan Anda pada pengguna jalan yang lain terutama di saat gelap, juga untuk melihat apa yang ada di depan Anda saat gelap,
  • spion, penting untuk mengetahui apa yang terjadi di belakang Anda sehingga bisa mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, terutama saat hendak berbelok atau berhenti.
  • Pelindung siku dan kaos tangan, selain menambah kenyaman dalam bersepeda kaos tangan juga berfungsi melindungi tangan dari cidera
  • Patuhi aturan lalulintas,
  • Lakukan pemeriksaan singkat sebelum bersepeda, apa saja yang perlu diperiksa :
  1. rem, pastikan rem berfungsi dengan baik.
  2. ban, pelek dan jeruji, pastikan tekanan ban tepat dengan ketentuan, periksa juga keadaan fisik ban dari keretakan, sobekan, tonjolan.
  3. sadel, pastikan terkunci dan tidak bergerak.
  4. periksa lampu-lampu dan reflektor bila bersepeda di malam hari.
  5. rantai, periksa ketegangan rantai.
Walaupun kita telah melakukan persiapan terbaik yang namanya kerusakan sepeda dapat terjadi dimanapun dan kapanpun. Oleh karena itu bijaksana untuk membawa peralatan perbaikan untuk mengantisipasi terjadinya hal itu.

Jadi inilah tips selanjutnya agar aman dan nyaman saat bersepeda:
  • bawa peralatan darurat :
  1. uang, kedengarannya sepele, tapi kadang lupa karena bike pants tidak ada kantung untuk menaruh dompet.
  2. peralatan penambal ban : lem, tambal, pengungkit ban (alat untuk melepaskan ban dari pelek),
  3. pompa ban berukuran kecil yang bisa diletakkan di rangka atau di tas sadel,
  4. alat multifungsi : pisau lipat, obeng dengan mata yang bisa diganti-ganti, kunci L,
  • jangan lupa membawa minum untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang selama bersepeda. Sekarang ini banyak sekali pilihan minuman yang mengandung elektrolit dalam berbagai merek dan rasa. Juga makanan kecil (snack) yang bergizi untuk menambah tenaga bila kelelahan di jalan,